tiang baru dan tentang rela

umur bagiku bukanlah seperti buku atau lembaran. yang ketika dilewati lalu ditutup dan dilupakan begitu saja. umur dan jutaan memori yang ada pada kepala kita adalah hal yang harus kita sayangi, seumur hidup. maka, aku selalu melihat umur sebagai tiang. aku adalah bangunan yang mungkin tidak berhenti berekspansi. umur atau sebutlah episode baru dalam hidupku, kuanggap sebagai tiangnya. yang sudah terjadi padaku, itulah yang menguatkanku. sungguh, bukan mauku juga untuk harus terjengkit sakit pada beberapa momen sepanjang usiaku. walau mungkin klise, tapi memang betul bahwa itu yang membangun ekspansi bangunanku menjadi lebih kokoh.


akhir-akhir ini ada satu komponen hati yang sesungguhnya aku tidak suka juga karena ia selalu berkaitan dengan kepergian dan kehilangan. tetapi, justru ini yang paling sering aku poles. tentang rela dan ikhlas. dua kemuliaan yang begitu penting dan krusial untukku.


aku baru saja membuang salah satu mimpiku yang paling besar. jatuh bangun aku mempertahankannya, tapi jika memang bukan untukku sekarang, maka apalah jatuh bangunku itu. sudah pernah aku menangis meraung-raung mencoba menggosok menghilangkan pahit di hati. ternyata, kala itu harapan timbul lagi. tapi bukan jaminan, karena faktanya adalah ini, tepat sehari setelah ulang tahunku, ia justru kulepaskan. dengan hatiku yang lebih besar.


menurutku mengasah kelapangan hati bukanlah hal yang mudah. walau begitu, pasti semua orang bisa, meskipun dengan kemampuan yang berbeda-beda. cukup susah untuk aku bisa meyakinkan diriku sendiri agar tetap memegang keahlian itu. jahatnya, untuk terbiasa dan ahli dalam merelakan, berarti kita juga harus banyak mengalami perpisahan.


pada akhirnya, aku yang selalu mendamba hidup tenang tanpa tuntutan akan selalu menekan diri terlebih dahulu untuk bisa memiliki hati yang sangat lapang dan mudah ikhlas. setelah semua hal jahat yang harus aku hadapi, yang memaksa aku untuk merelakan mereka, kini, aku berkomitmen pada diriku sendiri untuk melanjutkan hidup yang lebih menyenangkan.


karena, harus disadari bahwa hidup bukan hanya tentang manusia yang kamu sayangi, tetapi juga tentang dirimu. bahwa hidup bukan hanya tentang mimpi dan rencana besarmu nanti, tapi juga tentang kebahagiaanmu sekarang. bahwa hidup bukan hanya tentang menangis di kamar melawan monster di dada, tapi juga tentang meghirup udara pagi dengan teh yang wangi.


bahwa hidup bukan tentang melawan keadaan, tapi juga tentang menerima, merangkul, dan berjalan dengan hati penuh cinta dalam keindahan.


Komentar